LIHAT RAHASIA : Makalah etika pergaulan muda-mudi dalam pandangan islam

Kumpulan contoh struktur makalah penelitian untuk mahasiswa-sma-smp lengkap

contoh struktur makalah penelitian untuk mahasiswa


Makalah Etika Pergaulan Muda Mudi dalam Pandangan Islam 

                BAB I                   

PENDAHULUAN

             
A.   Latar Belakang
        Zaman sekarang , pergaulan muda-mudi sangat memprihatinkan . Remaja sekarang lebih senang meniru budaya barat yang bertolak belakang dengan budaya timur . Hal ini disebabkan oleh para remaja yang bergaul dengan orang-orang yang kurang baik . Perkembangan informasi dan komunikasi saat ini juga merupakan sebab pergaaulan remaja yang buruk .
    Islam adalah agama yang baik dan adil,sesungguhnya islam itu memberi perhatian terhadap remaja sekarang yang terus berubah.remaja adalah penerus orang tua,agama,dan juga sebagai insan muslim yang berakhlak karimah . Namun , remaja saat ini sudah tidak berpegang pada ajaran agama Islam  teutama etika pergaulan yang semakin menyimpang.
Oleh karena itu penulis membuat makalah ini untuk memberikan pengetahuan dan penjelasan tentang etika pergaulan yang sesuai dengan ajaran Islam

B.     Rumusan Masalah
Dalam makalah ini masalah yang di bahas meliputi
   1. Apa yang dimaksud eika pergaulan dan remaja ?
   2. Bagaimana etika pergaulan dalam Islam ?
   3. Apa saja aspek penting pergaulan menurut Islam ?

C.   Tujuan
Dari rumusan masalah di atas , maka tujuan makalah ini adalah :
    1. Mengetahui pengertian etika pergaulan dan penertian remaja
    2. Mengetahui etika pergaulan dalam Islam
    3. Mengetahui aspek penting pergaulan menurut Islam

D.   Sistematika Penulisan
Untuk memahami makalah ini , penulis memberikan sistematika penulisan , diantaranya :
BAB I PENDAHULUAN , berisi tentang latar belakang , rumusan masalah , tujuan , manfaat dan sistematika penulisan makalah .
BAB II PEMBAHASAN , berisi tentang apa yang di ungkap dan di jelaskan tentang pergaulan muda-mudi dalam pandangan Islam
BAB III PENUTUP , berisi tentang kesimpulan dari pembahasan dalam makalah

BAB II

PEMBAHASAN



A.   Pengertian etika pergaulan
[1]Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan .
Pergaulan adalah salah satu cara seseorang untuk berinteraksi dengan alam persekitarannya .
Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.

B.    Pengertian muda-mudi / remaja
[2]Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak.Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa.
Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun.
Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga

C.   Etika pergaulan menurut Islam
1.      Menundukkan pandangan
         ALLAH memerintahkan kaum lelaki untuk menundukkan pandangannya,sebagaimana firman-NYA; Katakanlah kepada laki-laki yangberiman: Hendaklahmereka menahan pandangan nya dan memelihara kemaluannya. (an- Nuur: 30)Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada kaum wanita beriman, ALLAHberfirman; Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah merekamenahan pandangan nya dan memelihara kemaluannya. (an-Nuur: 31)

2.      Menutup aurat
       Aurat merupakan bagian tubuh yang tidak boleh dilihat yang bukan mahramnya . Menutup aurat hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan .  Aurat bagi waanita yaiu seluruh tubuh kecuali kedua telapak tangan dan muka . Bagi seorang laki-laki auratnya dari pusar ke bawah hingga lutut . ALLAH berfirman
“dan jangan lah mereka mennampakkan perhiasannya, kecualiyang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya.” (an-Nuur : 31)
“ Hai nabi, katakanlahkepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yangdemikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali, kerana itu mereka tidakdiganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S An-Nuur: 59).
Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis.
 Dari Abu DaudSaid al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seseoranglelaki memandang aurat lelaki, begitu juga dengan wanita jangan melihat auratwanita.”
[3]Tidak hanya aurat  , pakaian yaang di gunakan juga harus di perhatikan . Pakain tidak boleh terlalu ketat dan tembus pandang sertaa tidak memamerkan kekayaan

3.      Larangan berkhalwat ( berdua-duaan )
      Islam telah mengajarkan agar menjaga jarak terhadap lawan jenis agar tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak di inginkan dan akibat berakibat buruk pada masyarakat disekitarnya.
Jika laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya berdua-duaan maka yang ketiga syetan,karena syetan mempengaruhi manusia agar berbuat dosa . Oleh karena itu islam melarang laki-laki dan perempuan berduan di tempat yang sepi dan menimbulkan fitnah.

Adapun tata cara pergaulan yang baik menurut Islam adalah sebagai berikut :
1)       Mengucapkan salam.
2)      Meminta izin.
3)      Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
4)       Bersikap santun dan tidak sombong
5)       Berbicara dengan perkataan yang sopan
6)       Tidak boleh saling menghina
7)      Tidak boleh membenci dan iri hati
8)      Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat
9)      Mengajak untuk berbuat kebaikan

D.   Aspek Penting Pergaulan dalam Islam
Allah telah menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan sempurna, teratur, dan berpasang-pasangan. Laki-laki dan perempuan: merupakan makhluk Allah yang telah diciptakan scara berpasang-pasangan. jadi, merupakan suatu keniscayaan dan sangat wajar, jika terjadi pergaulan di antara mereka.
[4]Dalam Islam , pergaulan  mempunyai beberapa tahapan yaitu :
1.      Ta’aruf
Merupakan suatu proses saling mengenal antara laki-laki dan perempuan .Sikap taaruf ini penting  karena mengenal satu sama  lain agar kita dapat saling memahami dan dapat memberi arahan  Ta’aruf melingkupi pengenalan terhadap fisik, psikis, emosi, orientasi pemikiran, kondisi keluarga dan sebagainya. Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi,taaruf bukanlah bermesraan berdua,tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkn sebuah perjalanan panjang brdua. Jadi ,ta'aruf adalah proses saling kenal mengenal pra nikah dengan dilandasi ketentuan syar'i
2.      Tafahum
Pada tahap ini, setiap muslim dituntut untuk memahami kebiasaan, kesukaan, karakter, ciri khas individu dan juga cara berpikir saudaranya. Dengan demikian perasaan seperti "tidak enak", "tidak cocok" dan lain sebagainya dapat dieliminasi dalam rangka saling menasehati . Bila hati telah terpaut dan jiwa telah terpadu, barulah persaudaraan seseorang dengan yang lainnya bisa berjalan mulus, bersih dan penuh rasa kasih. Hati manusia hanya bisa disatukan secara murni dan bersih apabila bermuara pada satu simpul ikatan yang fitrah. Simpul tali itu adalah aqidah. Inilah satu-satunya dasar berpijak, bertemu dan pengikat yang utuh dan abadi (QS. Ali Imran : 103)
“kita  diibaratkan sebatang lidi yang mudah dipatahkan, namun apabila menjadi segengam lidi, ianya akan menjadi kukuh dan terlalu sukar dipatahkan”
Oleh itu ukhuwah dan kesefahaman (al-tafahum) ini penting.
3.      Ta’awun
Setelah seorang muslim mengenal dan memahami saudaranya,
 saat saudaranya ditimpa kesusahan, seorang muslim akan berusaha
untuk membantu .
Dalam proses penyatuan kerja, mutlak diperlukan adanya
tolong-menolong yang merupakan kelanjutan dari tahap tafahum
(saling memahami) .
Saling kenal saja, tanpa dilanjutkan dengan saling memahami,
tidak akan mampu membentuk hubungan antar individu yang mampu tolong menolong,
 saling mengisi dengan kekurang dan kelebihan yang terdapat pada tiap individu.
4.      Takaful
             Tahap ini merupakan muara dari proses ukhuwah Islamiyyah,
yaitu terletak pada timbulnya rasa senasib dan sepenanggungan,
suka maupun duka, dalam tiap langkah kerja.
Bila fase takaful ini terwujud, maka ikatan ukhuwah Islamiyyah pun terbentuk
dengan utuh.



BAB III    

PENUTUP


KESIMPULAN

            Berdasarkan pembahasan pada makalah ini , dapaat di simpulkan bahwa

      Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
      Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun
      Etika pergaulan dalam Islam meliiputi menundukkan panddangan , menutup aurat , jangan berkhalwat (berdua-duaan)
      Aspek penting pergaulan dalam islam ada 4 yaitu ta’aruf ,  tafahum , ta’aruf dan takaful


DAFTAR PUSTAKA

Buku pendidikan agama islam pada perguruan tinggi umum
http://id.wikipedia*org/wiki/Remaja
LKS Aqidah Akhlak “Fitrah” kelas XI Semester 2 ( Surakarta : Putra Nugraha)
Muhammad Said Mursi , Panduan Praktis Dalam Pergaulan ( Jakarta : Gema Insani , 2004 )



Link lain cara membuat makalah yang baik dan benar 

Tersedia contoh makalah unik lainnya tentang pendidikan sepakbola, bola basket, pancasila, biologi sel, fisika

Related Posts

1 comment

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter